bagaimana cara menghitung kebutuhan energi harian seseorang

Panduan langkah demi langkah untuk bagaimana cara menghitung kebutuhan energi harian seseorang ikuti panduannya secara seksama.
bagaimana cara menghitung kebutuhan energi harian seseorang
Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Energi Harian Seseorang Source: bing.com

Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Energi Harian Seseorang

Menghitung kebutuhan energi harian seseorang penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah kegemukan. Kebutuhan energi harian seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti umur, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, dan aktivitas fisik. Inilah cara menghitung kebutuhan energi harian seseorang.

Perhitungan Kebutuhan Basal Metabolisme (BMR)

Kebutuhan energi harian seseorang pertama-tama harus didasarkan pada kebutuhan basal metabolisme (BMR). BMR adalah jumlah energi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan fungsi-fungsi dasar seperti bernafas, memproses makanan, dan mempertahankan suhu tubuh. Ada banyak rumus untuk menghitung BMR, namun rumus Harris-Benedict adalah yang paling umum digunakan. Rumus ini mempertimbangkan umur, berat badan, tinggi badan, dan jenis kelamin seseorang.

Rumus Harris-Benedict

Untuk pria: BMR = 88,362 + (13.397 x berat badan dalam kilogram) + (4.799 x tinggi dalam sentimeter) - (5.677 x usia dalam tahun)

Untuk wanita: BMR = 447,593 + (9.247 x berat badan dalam kilogram) + (3.098 x tinggi dalam sentimeter) - (4.330 x usia dalam tahun)

Faktor Aktivitas Fisik

Setelah menghitung BMR, kita perlu menambahkan faktor aktivitas fisik (FAF) seseorang. FAF adalah jumlah energi yang dibutuhkan seseorang untuk aktivitas sehari-hari seperti berjalan, berlari, atau bekerja. Ada empat tingkatan FAF: kurang aktif, ringan, sedang, dan sangat aktif.

Tingkatan FAF

Kurang aktif: FAF = 1,2 (misalnya untuk orang yang bekerja di kantor dan jarang berolahraga)

Ringan: FAF = 1,375 (misalnya untuk orang yang berjalan atau bersepeda 1-3 jam per minggu)

Sedang: FAF = 1,55 (misalnya untuk orang yang berolahraga ringan 3-5 kali seminggu)

Sangat aktif: FAF = 1,725 (misalnya untuk atlet atau orang yang berolahraga berat setiap hari)

Perhitungan Kebutuhan Energi Harian

Setelah kita mengetahui BMR dan FAF seseorang, kita dapat menghitung kebutuhan energi harian seseorang dengan rumus: Kebutuhan Energi Harian = BMR x FAF.

Contoh Perhitungan

Misalnya seorang pria berusia 30 tahun, berat badan 70 kg, dan tinggi 170 cm dengan FAF sedang (1,55). Maka BMR pria tersebut adalah 1.655 kalori (88.362 + (13.397 x 70) + (4.799 x 170) - (5.677 x 30)). Kebutuhan energi harian pria tersebut adalah 2.567 kalori (1.655 x 1,55).

Perhatian

Perhitungan kebutuhan energi harian seseorang hanya bersifat perkiraan dan tidak bisa dijadikan patokan yang mutlak. Setiap orang memiliki metabolisme yang berbeda-beda dan faktor lain seperti genetik, kondisi kesehatan, dan lingkungan juga dapat mempengaruhi kebutuhan energi harian seseorang.

Makanan Sehat dan Seimbang

Menghitung kebutuhan energi harian seseorang adalah penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah kegemukan. Namun, tidak hanya kebutuhan energi harian yang perlu diperhatikan, tetapi juga jenis makanan yang dikonsumsi. Penting untuk mengonsumsi makanan sehat dan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber energi utama tubuh. Karbohidrat kompleks seperti roti gandum, nasi merah, dan kentang mengandung serat dan nutrisi yang penting. Hindari mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti gula dan tepung putih yang bisa meningkatkan gula darah secara cepat dan menimbulkan rasa lapar yang berlebihan.

Protein

Protein diperlukan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Sumber protein yang baik adalah daging tanpa lemak, ikan, telur, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak. Hindari mengonsumsi daging berlemak dan produk susu tinggi lemak yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Lemak

Lemak adalah sumber energi

Related video of bagaimana cara menghitung kebutuhan energi harian seseorang