cara menghitung terminal cash flow

Panduan lengkap cara menghitung terminal cash flow dengan mudah dan cepat. Ikuti langkah demi langkah di sini.
cara menghitung terminal cash flow

Pengertian Terminal Cash Flow

Terminal cash flow adalah arus kas akhir dari sebuah investasi atau proyek bisnis. Artinya, terminal cash flow adalah jumlah uang yang didapatkan pada akhir masa investasi atau proyek bisnis. Terminal cash flow biasanya digunakan oleh investor atau manajer keuangan untuk mengetahui apakah sebuah investasi atau proyek bisnis layak dilakukan atau tidak.

Menghitung Pengeluaran (Capital Expenditure)

Pengeluaran atau capital expenditure adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam sebuah investasi atau proyek bisnis. Biaya-biaya tersebut bisa berupa pembelian aset, renovasi bangunan, perbaikan mesin atau peralatan, dan lain sebagainya. Untuk menghitung pengeluaran, kita dapat menggunakan data dari laporan keuangan atau neraca proyek bisnis.

Menghitung Laba (Net Income)

Laba atau net income adalah jumlah keuntungan yang didapatkan dalam sebuah investasi atau proyek bisnis. Laba bisa dihitung dengan mengurangi total pendapatan dengan total biaya atau pengeluaran. Jika pendapatan lebih besar dari pengeluaran, maka akan terjadi laba. Jika sebaliknya, maka akan terjadi rugi.

Menghitung Arus Kas (Cash Flow)

Arus kas atau cash flow adalah jumlah uang yang masuk dan keluar dalam sebuah investasi atau proyek bisnis. Dalam menghitung arus kas, kita harus memperhitungkan seluruh pemasukan dan pengeluaran yang terjadi dalam masa investasi atau proyek bisnis. Dengan mengetahui arus kas, kita dapat mengetahui apakah investasi atau proyek bisnis tersebut menghasilkan keuntungan atau tidak.

Rumus Terminal Cash Flow

Rumus terminal cash flow adalah sebagai berikut:

Terminal Cash Flow = (Arus Kas Tahun Terakhir x (1 + Tingkat Pertumbuhan)) ÷ (Tingkat Diskonto - Tingkat Pertumbuhan)

Keterangan:

  • Arus Kas Tahun Terakhir: arus kas pada tahun terakhir masa investasi atau proyek bisnis
  • Tingkat Pertumbuhan: tingkat pertumbuhan arus kas pada tahun-tahun selanjutnya
  • Tingkat Diskonto: tingkat diskonto atau bunga yang digunakan untuk menghitung nilai sekarang

Contoh Perhitungan Terminal Cash Flow

Misalkan kita memiliki sebuah proyek bisnis dengan investasi awal sebesar 100 juta. Masa investasi adalah selama 5 tahun dengan arus kas sebagai berikut:

  • Tahun 1: 20 juta
  • Tahun 2: 30 juta
  • Tahun 3: 40 juta
  • Tahun 4: 50 juta
  • Tahun 5: 60 juta

Tingkat pertumbuhan adalah 5% dan tingkat diskonto adalah 10%. Maka, terminal cash flow dapat dihitung sebagai berikut:

Terminal Cash Flow = (60 juta x (1 + 5%)) ÷ (10% - 5%) Terminal Cash Flow = 63 juta

Dari perhitungan di atas, terminal cash flow adalah 63 juta. Artinya, jika investasi awal adalah 100 juta, maka pada akhir masa investasi kita akan mendapatkan 63 juta. Jika tingkat diskonto lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan, maka terminal cash flow akan semakin kecil.

Kesimpulan

Menghitung terminal cash flow adalah hal yang penting dalam menentukan apakah sebuah investasi atau proyek bisnis layak dilakukan atau tidak. Dalam menghitung terminal cash flow, kita harus memperhatikan pengeluaran, laba, arus kas, dan tingkat diskonto serta pertumbuhan. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kita dapat menghitung terminal cash flow dengan mudah dan cepat.

Related video of cara menghitung terminal cash flow